PanturaPress.com, Pati - Yayasan Solidaritas Sedulur Sikep Pati bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 20 tangki air bersih disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau. Bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran bantuan dilakukan Yayasan Solidaritas Sedulur Sikep Pati dengan bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pati. Bantuan tersebut ditujukan ke wilayah desa yang terdampak kekeringan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, yang dalam kegiatan tersebut diwakili Staf Ahli Jumani, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Solidaritas Sedulur Sikep Pati dan pihak-pihak yang turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Ya, kami mewakili Pak Bupati yang sementara ini masih berada di Jakarta. Intinya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sedulur Sikep Nyawiji yang telah berperan luar biasa," kata Jumani.
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut merupakan kegiatan yang lahir dari rasa prihatin, empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kekeringan.
"Ini kegiatan yang sangat mulia, kegiatan yang dibangun karena rasa prihatin, empati dan rasa kepedulian yang luar biasa terhadap saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan, khususnya di Kabupaten Pati," ujarnya.
Jumani menilai partisipasi masyarakat maupun organisasi dalam membantu warga yang mengalami kesulitan air merupakan hal positif. Pemerintah daerah, kata dia, sangat mengapresiasi kepedulian tersebut.
"Hari ini ditunjukkan oleh Sedulur Sikep, Wiji dan SMSI yang luar biasa akan mengirimkan 20 tangki air. Ini sebuah partisipasi yang luar biasa," imbuhnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pati dan masyarakat, Jumani kembali menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan.
"Sekali lagi kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pati dan masyarakat Kabupaten Pati sangat berterima kasih. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik untuk Kabupaten tempat tinggal mereka," tuturnya.
Sementara itu, Penasehat Sedulur Sikep, Jani, mengatakan kegiatan penyaluran air bersih merupakan bagian dari semangat organisasi untuk membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dia menjelaskan Yayasan Solidaritas Sedulur Sikep merupakan organisasi berbadan hukum yayasan yang dibangun dengan semangat nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Jawa.
"Saya mewakili Solidaritas Sedulur Sikep, organisasi yang terbentuk sebagai badan hukum yayasan. Kami membentuk organisasi ini tujuannya satu, di Jawa itu ada yang namanya unggah-ungguh, tepo seliro," kata Jani.
Menurut Jani, nilai unggah-ungguh dan tepo seliro menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Nilai tersebut, menurutnya, mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati, peduli dan membantu sesama.
Dia juga mengaitkan gerakan Sedulur Sikep dengan sejarah perjuangan masyarakat yang dipelopori Raden Samin Surosentiko atau Raden Kohar.
"Gerakan Sedulur Sikep itu adalah gerakan sosial, unggah-ungguh untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat," ujarnya.
Jani mengatakan salah satu nilai yang ingin terus dijaga adalah sikap jujur dan apa adanya dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalau orang sudah bloko suto, tidak membohongi diri sendiri, hidup itu enak dan jelas," katanya.
Terkait bantuan air bersih, Jani menyebut persoalan kekeringan merupakan masalah yang membutuhkan kepedulian bersama. Air, kata dia, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.
"Air itu kebutuhan. Ini sederhana, Pak. Ini susah, air mahal, air memberi tidak ada. Kita bisanya hanya bantu," ujarnya.
Karena itu, pihaknya memilih ikut mengambil bagian dengan memberikan bantuan air bersih sebanyak 20 tangki kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun, Jani menegaskan bantuan tersebut baru merupakan sebagian kecil dari cita-cita besar organisasinya dalam membangun gerakan sosial di tengah masyarakat.
"20 tangki ini hanya sebagian kecil dari impian kami untuk membantu sesama," katanya.
Menurut dia, tujuan yang lebih besar bukan hanya memberikan bantuan ketika terjadi bencana atau kesulitan, melainkan membangun kerja sama yang berkelanjutan agar masyarakat dapat tumbuh dan hidup bersama dalam kondisi yang lebih baik.
"Tujuan besar kami adalah bagaimana caranya kita bekerja bersama, mulia bersama di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pati," ungkapnya.
Jani berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus berkembang. Menurutnya, kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik apabila setiap orang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
"Kalau orang sudah punya rukun, tepo seliro, tidak akan ada orang kere. Hidup jelas semua, yang penting sama-sama menghargai dan mengopeni," pungkasnya.
Penyaluran 20 tangki air bersih ini diharapkan dapat membantu warga di desa-desa yang mengalami dampak kekeringan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial di Kabupaten Pati. (Aris)
