PanturaPress.com, Boyolali – Upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi komoditas lokal dilakukan melalui Pelatihan Diversifikasi Olahan Pisang yang diselenggarakan di Dukuh Rejosari RT 2/RW 3, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Selasa (4/8/2026) malam.
Kegiatan yang diprakarsai kelompok binaan dengan ketua pelaksana Tatik Nurjanah tersebut diikuti oleh warga setempat yang antusias mempelajari berbagai teknik pengolahan pisang menjadi produk bernilai jual tinggi. Pelatihan berlangsung di rumah Ketua RT 2, Joko, setelah salat Isyak dan menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar tidak hanya menjual hasil panen pisang dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, komoditas lokal dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat mendapatkan pendampingan langsung dari para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr. Adhiputro Panggarso Wicaksono, S.H., M.H., Taman Ginting, S.Kom., M.Eng., Amy Wulandari, S.E., M.Ak., dan Muh. Syamsudin, S.Pt., M.Pt. Para dosen memberikan materi yang tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga aspek manajemen usaha sehingga peserta memperoleh bekal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dalam sesi penyampaian materi, peserta dibekali pemahaman mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar menentukan harga jual produk agar tetap kompetitif dan menguntungkan. Selain itu, peserta juga mempelajari teknik memilih bahan baku, penanganan buah pisang sebelum diolah, hingga proses produksi yang menghasilkan produk berkualitas.
Tidak berhenti pada aspek produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi branding, pengemasan, dan promosi produk. Materi tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat membangun identitas produk yang menarik sehingga memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas, baik secara langsung maupun melalui pemasaran digital.
Pada sesi praktik, peserta diajak mengolah pisang varietas Rojonongko menjadi keripik pisang cokelat. Produk olahan tersebut dipilih karena memiliki cita rasa yang disukai masyarakat serta menawarkan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan menjual pisang dalam kondisi segar. Warga mengikuti setiap tahapan pembuatan mulai dari pengirisan, penggorengan, pemberian varian rasa cokelat, hingga teknik pengemasan yang menarik.
Meski sempat terjadi pemadaman listrik saat kegiatan berlangsung, hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta. Dengan memanfaatkan penerangan seadanya, seluruh rangkaian pelatihan tetap berjalan lancar. Warga tetap aktif berdiskusi, bertanya, dan mengikuti praktik hingga selesai. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pengembangan potensi pangan lokal sebagai sumber peningkatan kesejahteraan.
Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat Dukuh Rejosari mampu mengembangkan usaha berbasis olahan pisang secara mandiri, menciptakan produk yang memiliki daya saing, serta meningkatkan pendapatan keluarga. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan desa melalui optimalisasi sumber daya lokal yang melimpah. (Aris)
