Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Latih Warga Desa Klewor Membuat Briket dari Limbah Tongkol Jagung .ignielParagraphAds {text-align:center; margin:15px 0px;} -->

Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Latih Warga Desa Klewor Membuat Briket dari Limbah Tongkol Jagung

05 Agustus 2026


PanturaPress.com, 
BOYOLALI – Pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) malam tidak menghalangi semangat warga RT 4 Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, untuk mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar limbah tongkol jagung. Kegiatan yang digagas Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Universitas Boyolali itu tetap berlangsung hangat dan penuh antusias meski dengan penerangan yang terbatas.


Pelatihan tersebut dipadukan dengan agenda perkumpulan rutin bapak-bapak RT 4 sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain dihadiri kaum pria, sejumlah ibu-ibu warga sekitar juga turut mengikuti kegiatan hingga selesai.


Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mengenalkan inovasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus alternatif energi rumah tangga.


Kegiatan berlangsung di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Ir. Sigit Muryanto, M.P., Sri Hartini, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Yunita Niqrisah Dwi Pratiwi, S.E., M.Si.


Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan potensi limbah janggel atau tongkol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Padahal, Desa Klewor merupakan salah satu wilayah dengan hasil pertanian jagung yang cukup melimpah sehingga menghasilkan limbah tongkol dalam jumlah besar setiap musim panen.


Selama sesi demonstrasi, mahasiswa memperagakan secara langsung tahapan pembuatan briket mulai dari proses awal hingga siap digunakan. Proses diawali dengan pengarangan tongkol jagung, kemudian arang dihaluskan sebelum dicampur menggunakan perekat alami berbahan tepung tapioka atau kanji. Setelah itu adonan dicetak dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang padat, kuat, dan memiliki daya bakar yang baik.


Peragaan dilakukan secara bertahap agar warga dapat memahami seluruh proses produksi dengan mudah. Peserta juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan, bahan yang digunakan, hingga cara memperoleh hasil briket dengan kualitas yang optimal.


Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga menjelaskan berbagai manfaat briket janggel jagung bagi masyarakat desa.


Menurut tim KKN, briket dapat menjadi alternatif bahan bakar rumah tangga ketika pasokan LPG mengalami kelangkaan maupun kenaikan harga. Di sisi lain, produk tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas usaha karena memiliki nilai jual apabila dikemas dengan baik.


Briket juga dinilai cocok dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi pelaku usaha kuliner seperti angkringan, warung sate, usaha bakaran, maupun usaha mikro lainnya yang membutuhkan bahan bakar dengan biaya lebih efisien.


Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan tanggapan muncul ketika mahasiswa memperlihatkan hasil akhir briket yang berasal dari limbah tongkol jagung.


Salah seorang warga RT 4 mengaku baru mengetahui bahwa tongkol jagung dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.

 

"Oh, ternyata janggel juga bisa dijadikan briket toh, Mas? Kirain hanya batok kelapa dan sekam padi saja. Ternyata janggel juga bisa," ujarnya.


Warga lainnya juga menilai produk tersebut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila diproduksi secara berkelanjutan.


"Wah Mas, ternyata briket ini punya peluang ekonomi yang bagus ya kalau dijual begitu," katanya.


Perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 3 Universitas Boyolali mengatakan keterbatasan akibat pemadaman listrik justru menciptakan suasana kebersamaan yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat.


"Kendala pemadaman listrik di tengah perkumpulan rutin justru membuat kebersamaan kami dengan warga terasa semakin akrab. Kami sangat mengapresiasi antusiasme bapak-bapak dan ibu-ibu RT 4 yang tetap bersemangat menyimak pelatihan dari awal sampai selesai," ujar perwakilan mahasiswa.


Melalui program tersebut, mahasiswa berharap keterampilan mengolah limbah janggel jagung menjadi briket dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Klewor. Selain mendukung kemandirian energi rumah tangga, inovasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang lahirnya usaha mikro baru berbasis potensi lokal serta meningkatkan nilai tambah limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi, pemberdayaan ekonomi desa, serta pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan. (Aris)