PanturaPress.com, Boyolali - Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali (UBY) mulai melakukan persiapan pengabdian masyarakat di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Langkah awal dilakukan melalui survei dan observasi lapangan untuk memetakan potensi desa sebagai dasar penyusunan program kerja.
Ketua Kelompok 10 KKN UBY, Tatik Nurjanah, mengatakan kegiatan observasi menjadi tahapan penting agar program yang dijalankan selama KKN dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Hasil survei menunjukkan Desa Wonoharjo memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan. Di sektor perikanan, masyarakat mengandalkan budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga.
Sementara itu, sektor pertanian juga menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Warga memanfaatkan lahan kering dan kawasan perbukitan untuk membudidayakan jagung, ketela, serta berbagai jenis kacang-kacangan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menemukan peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk olahan hasil perikanan hingga keripik jagung dinilai memiliki prospek untuk dipasarkan lebih luas apabila didukung strategi pemasaran yang tepat.
Selain sektor ekonomi, kawasan perairan di Desa Wonoharjo juga dinilai memiliki potensi wisata berbasis alam dan edukasi yang dapat dikembangkan sebagai alternatif peningkatan pendapatan masyarakat.
Program KKN Universitas Boyolali di Desa Wonoharjo dijadwalkan berlangsung mulai 21 Juli hingga 27 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, Kelompok 10 akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.
Fokus kegiatan meliputi digitalisasi pemasaran produk UMKM, penerapan inovasi teknologi pertanian, serta optimalisasi pengelolaan budidaya keramba jaring apung guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. (Aris)
