Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Temukan Potensi Besar Desa Klewor, Soroti Pertanian hingga Wisma Disabilitas .ignielParagraphAds {text-align:center; margin:15px 0px;} -->

Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Temukan Potensi Besar Desa Klewor, Soroti Pertanian hingga Wisma Disabilitas

09 Juli 2026


PanturaPress.com
, Boyolali - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali mulai melaksanakan pengabdian di sejumlah desa di Kecamatan Kemusu. Salah satu kelompok yang bertugas di Desa Klewor adalah Kelompok 3 yang berasal dari Program Studi Ilmu Hukum.


Ketua Kelompok 3, Abdul Fatah atau yang akrab disapa Abas, mengatakan hasil survei lapangan menunjukkan Desa Klewor memiliki potensi besar di sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha mikro. Namun, sejumlah persoalan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.


"Mayoritas masyarakat Desa Klewor bekerja sebagai petani. Komoditas utama yang dihasilkan adalah jagung dan padi, dengan jagung menjadi hasil pertanian yang paling dominan," ujar Abas, mahasiswa semester VII Program Studi Ilmu Hukum Universitas Boyolali.


Desa Klewor terdiri atas 3 RW dan 18 RT dengan jumlah penduduk sekitar 200 jiwa di setiap RT. Meski memiliki lahan pertanian yang produktif, para petani masih menghadapi kendala berupa serangan hama tikus yang kerap merusak tanaman sehingga berdampak pada menurunnya hasil panen.


Selain pertanian, Desa Klewor juga memiliki sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sayangnya, para pelaku UMKM tersebut masih menjalankan usahanya secara mandiri dan belum memiliki kelembagaan atau wadah bersama yang dapat memperkuat pengelolaan maupun pemasaran produk.


"Desa juga belum memiliki produk olahan unggulan yang dikelola secara bersama oleh masyarakat. Padahal potensi bahan baku lokal cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah," kata Abas.


Di bidang sosial kemasyarakatan, Desa Klewor dikenal memiliki aktivitas warga yang cukup tinggi dibandingkan desa lain di Kecamatan Kemusu. Berbagai kegiatan rutin seperti PKK, Posyandu, pengajian, dan yasinan setiap malam Jumat terus berjalan dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.


Kegiatan tahunan seperti peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus juga selalu menjadi agenda yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, anak-anak di desa tersebut juga mendapat pembinaan keagamaan melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).


Dari sisi keamanan, Desa Klewor tergolong aman dan kondusif dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Infrastruktur dasar juga dinilai cukup memadai, salah satunya tersedianya layanan air bersih dari PDAM yang telah dimanfaatkan masyarakat.


Hal lain yang menjadi perhatian mahasiswa KKN adalah keberadaan Wisma Disabilitas di Desa Klewor. Komunitas tersebut dikenal sebagai salah satu kelompok penyandang disabilitas terbesar di Indonesia dan menjadi pusat kegiatan pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas.


Menurut Abas, berbagai potensi dan tantangan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja mahasiswa KKN selama menjalankan pengabdian di Desa Klewor. Program yang disiapkan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi desa, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. (Aris)