Dana Desa Bataal Barat 2023-2024 Jadi Sorotan, Warga Desak Inspektorat Sumenep Audit Total Infrastruktur Desa .ignielParagraphAds {text-align:center; margin:15px 0px;} -->

Dana Desa Bataal Barat 2023-2024 Jadi Sorotan, Warga Desak Inspektorat Sumenep Audit Total Infrastruktur Desa

27 Juni 2026


PanturaPress.com, Sumenep - Minimnya transparansi Dana Desa Bataal Barat Kecamatan Ganding Kabupaten, Sumenep, Madura Menjadi Sorotan publik. 


Pasalnya, warga setempat mulai buka suara terkait alokasi dana desa tidak transparan mencapai Miliaran dalam dua tahun terahir, masyarakat mempertanyakan ketepatan sasaran penggunaan anggaran tersebut yang diduga banyak penyimpangan, jalan desa masih banyak yang rusak, pelayanan kesehatan minim.


"Kami tidak tahu pos pos anggaran non fisik tiap tahun dan titik mana yang dikerjakan pihak pemdes," ungkap warga setempat yang enggan disebutkan namanya.


"Dana pemeliharaan posyandu berulang-ulang, dana Pengelolaan perpustakaan, dana sistem informasi desa  berulang ulang  yang tidak jelas peruntukannya syarat Kurupsi," ujarnya, tegas aktivis Sumenep Dedy.


Diketahui DD 2023 Rp 760.566.000

Pemeliharaan Fasilitas Jamban Umum/MCK Rp 6.000.000

Pemeliharaan Embung Milik Desa Rp 3.840.110

Pemeliharaan Sarana/Prasarana Posyandu Rp 49.003.000

Pemeliharaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD Rp 5.000.000

Pemeliharaan Sarana Posyandu 

Rp 49.594.200

Penyelenggaraan PosyanduRp 46.000.000


Pengelolaan Perpustakaan Milik DesaRp 39.000.000


Pengembangan Sistem Informasi Desa Rp 62.500.000


tahun 2024

Rp. 766.575.000

Pengembangan Sistem Informasi Desa Rp 73.547.000

Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 20.430.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 98.064.000


Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga) Rp 17.515.000


Pemeliharaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD Rp 7.000.000

Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansi) Rp 49.780.000.


"Dana pemeliharaan posyandu berulang-ulang, dana Pengelolaan perpustakaan, dana sistem informasi desa  berulang ulang, pemeliharaan air limbah dan lainnya diduga syaraf syarat Kurupsi," ujarnya, tegas aktivis Sumenep Dedy.


"Hasil investigasi dilapangan pekerjaan fisik  ada beberapa pos anggaran peningkatan dan pemeliharaan jalan dan usaha tani yang buram,"tutupnya.


Sampai berita ini diturunkan, media membuka klarifikasi dari pemdes  guna memperoleh keterangan atas berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.(tim)