PanturaPress.com, PATI – Direktur LBH Djoeang Pati, Fatkhur Rahman, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Pati. Ia menyoroti banyaknya jabatan kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Menurutnya, per hari ini terdapat sekitar 24 Kepala SMP Negeri di Kabupaten Pati yang masih berstatus Plt. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, posisi tersebut diperkirakan akan segera ditentukan pada akhir Mei 2026.
Pertimbangan pengisian Plt. Kepala SMPN harus mempertimbangkan kompeyensi dan kwalitas SDM jangan berlatarbelakang kedekatan dengan pimpinan atau karena pesanan, apalagi di lingkungan disdik ditengarai ada dualisme kekuatan, antara kepala dan sekertaris, yang seharusnya menjadi domain kadisdik justru banyak diambil alih oleh sekertaris disdik. Untuk itu kami berharap Plt. Bupati bisa lebih bijak dalam mengambil kebijakan terkait dinas pendidikan.
Fatkhur Rahman menyaring kondisi birokrasi pendidikan sejak Paryanto menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan yang ditunjuk oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Ia menilai, sejak saat itu suasana di lingkungan pendidikan Kabupaten Pati terasa berubah dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan internal pendidikan.
“Dunia pendidikan jangan dibuat gaduh. Sekolah adalah tempat mencetak generasi muda dan membangun kualitas sumber daya manusia. Jangan sampai suasana birokrasi membuat para tenaga pendidik merasa takut atau tidak nyaman,” ujar Fatkhur Rahman kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang kondusif, aman, dan fokus terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, bukan justru dipenuhi dinamika yang memicu keresahan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pengisian jabatan kepala sekolah harus dilakukan secara profesional, transparan, dan mengutamakan kualitas kepemimpinan pendidikan. Hal tersebut penting agar proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan maksimal tanpa adanya tekanan maupun kepentingan tertentu.
Fatkhur Rahman juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan arah pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, kebijakan penempatan pejabat di lingkungan pendidikan harus benar-benar mempertimbangkan kompetensi dan integritas.
“Saya akan terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Pati agar pendidikan berjalan dengan baik dan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas dunia pendidikan serta tidak menjadikan sektor pendidikan sebagai ruang yang menimbulkan kegaduhan birokrasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan sistem pendidikan yang sehat demi masa depan generasi muda Kabupaten Pati.
Kondisi banyaknya kepala sekolah berstatus Plt di Kabupaten Pati kini mulai menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah kalangan menilai, kepastian kebijakan lingkungan sekolah penting untuk menjaga efektivitas program pendidikan dan kestabilan manajemen sekolah.
Selain itu, masyarakat juga berharap proses definitif jabatan kepala sekolah nantinya dilakukan secara objektif dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati secara menyeluruh. (Aris)
